Oleh: gusfian | April 27, 2011

Karakteristik pengusaha

Menjadi seorang pengusaha, wirausaha, juragan dan bos merupakan impian bagi sebagian orang. Ketika seorang mempunyai keinginan untuk menjadi pengusaha, dia harus merubah mid set dan paradigma berpikir menjadi seorang pengusaha. Karena menjadi seorang pengusaha atau wirausaha dibutuhan “skill” khusus.

Beberapa karakteristik yang harus dimiliki oleh seorang pengusaha :

1. Action oriented.
Seorang pengusaha harus berorientasi kepada action, action dan action, bukan tipe menunda, wait and see, atau membiarkan
sesuatu (kesempatan) berlalu begitu saja. Dia tidak akan menunggu segala sesuatu harus jelas, harus pasti, harus ada modal dulu atau lain sebagainya. ketika ada ‘peluang’ , dan mereka langsung ‘action’. Bagi mereka, risiko bukanlah untuk dihindari,
melainkan untuk dihadapi dan ditaklukkan dengan tindakan dan kelihaian.

2. Berpikir simpel.
Seorang pengusaha harus bisa menyederhanakan dan mengurai suatu permasalahn, walaupun sesulit dan sekompleks apapun, mereka selalu belajar menyederhanakannya. Dan sekalipun berilmu tinggi, mereka bukanlah manusia teknis yang ribet dan menghendaki pekerjaan yang kompleks. Mereka melihat persoalan dengan jernih dan menyelesaikan masalah satu demi satu secara bertahap. disini dibutuhkan ketelitian dan kesabaran.

3. Mereka selalu mencari peluang-peluang baru.
Seorang pengusaha harus bisa melihat peluang dari berbagai kesempatan yang ada. Apakah itu peluang usaha yang benar-benar baru, atau peluang dari usaha yang sama. Untuk usaha-usaha yang baru, mereka selalu mau belajar yang baru, membentuk jaringan dari bawah dan menambah landscape atau scope usahanya. Sedangkan dalam usaha yang
sama, mereka selalu tekun mencari alternatif-alternatif baru, seperti model, desain, platform, bahan baku, energi, kemasan, dan struktur biaya produksi.

4. Mengejar peluang dengan disiplin tinggi.
Seorang pengusaha bukan hanya awas, memiliki mata yang tajam dalam melihat peluang atau memiliki penciuman
yang kuat terhadap keberadaan peluang itu, tetapi mereka bergerak ke arah itu. Peluang bukan hanya dicari, melainkan diciptakan, dibuka, dan diperjelas. Karena wirausaha melakukan investasi dan menanggung risiko, maka
seorang wirausaha harus memiliki disiplin yang tinggi. Wirausaha-wirausaha yang sukses bukanlah pemalas atau penunda pekerjaan. Mereka ingin pekerjaannya beres, dan apa yang dipikirkan dapat dijalankan segera. Mereka
bertarung dengan waktu karena peluang selalu berhubungan dengan waktu. Apa yang menjadi peluang pada suatu waktu, belum tentu masih menjadi peluang di lain waktu. Sekali kesempatan itu hilang, belum tentu akan kembali lagi.
Setiap gagasan brilliant dan inovasi biasanya harus dibangun dari bawah dan disusun seluruh mata rantai nilainya (value chain).

5. Hanya mengambil peluang yang terbaik.
Seorang pengusaha akan menjadi sangat awas dan memiliki penciuman yang tajam pada waktunya. Berbeda dengan pemula yang belum terlatih dan masih bingung, maka wirausaha yang terlatih akan cepat membaca peluang. Namun, wirausaha sejati hanya akan mengambil peluang yang terbaik. Ukuran menarik itu adalah pada nilai-nilai ekonomis
yang terkandung didalamnya, masa depan yang lebih cerah, kemampuan menunjukkan prestasi, dan perubahan yang dihasilkan. Semua itu biasanya dikaitkan dengan “rasa suka” terhadap objek usaha atau kepercayaan bahwa dia “mampu” merealisasikannya. Pada akhirnya, sukses yang diraih setiap orang ditentukan oleh keberhasilan orang itu dalam memilih.

Success = f(choice)

Success adalah fungsi dari keberhasilan memilih. Apakah memilih sekolah,
karier, bidang usaha, teman, pasangan, karyawan/eksekutif, mitra usaha, dan
sebagainya. Pilihan yang terbaik akan menentukan hasil yang bisa dicapai.

6. Fokus pada eksekusi.
Seorang pengusaha bukanlah seorang yang hanya bergelut dengan pikiran, merenung atau menguji hipotesis, melainkan seorang yang fokus pada eksekusi. Mereka tidak mau berhenti pada eksploitasi pikiran atau berputar-putar dalam pikiran penuh keragu-raguan. “Manusia dengan entrepreneurial mindset mengeksekusi, yaitu melakukan tindakan dan merealisasikan apa yang dipikirkan daripada menganalisis ide-ide baru sampai mati” (McGraith dan Mac Millan, 2000, hlm.3). Mereka juga adaptif terhadap situasi, yaitu mudah menyesuaikan diri dengan fakta-fakta baru atau kesulitan di lapangan.

7. Memfokuskan energi setiap orang pada bisnis yang digeluti.
Seorang pengusaha tidak bekerja sendirian. Dia menggunakan tangan dan pikiran banyak orang, baik dari dalam maupun luar perusahaannya. Mereka membangun jaringan daripada melakukan semua impiannya sendiri. Ibarat seorang orkestrator atau dirigen musik, dia mengumpulkan pemusik-pemusik yang ahli dalam memainkan instrumen yang berbeda-beda untuk menghasilkan nada-nada musik yang disukai penonton. Untuk itu, dia harus memiliki kemampuan mengumpulkan orang,
membangun jaringan, memimpin, menyatukan gerak, memotivasi, dan berkomunikasi

(disarikan dari berbagai sumber)

Oleh: gusfian | November 5, 2009

Hidup kembali

setelah sekian lama, akhirnya hati terbesit untuk membuka kembali lembaran blog. mudah2an keinginan untuik mulai aktif menulis di blog bisa bertahan.

Oleh: gusfian | Februari 8, 2009

Pencerahan pertama

hari ini gabung dengan teman2 TDA, kita ber mm ria di bekasi square…
mudah2an awal yang bagus

Oleh: gusfian | Februari 7, 2009

BERUBAH

Berubah.. kata yang gampang untuk diucapkan, tapi sangat sulit untuk menerapkan dan melaksanakannya.

berubah…. tidak seperti membalikkan telpak tangan… tidak juga sepeminuman teh.. tapi butuhwaktu dan kesungguhan…

Barubah… mengarah ke yang lebih baik, lebih sukses, lebih.. lebih….

berubah…… ingin berubah dari yang TDB enjadi TDA….

berubah…. ingin sukses dan menjai lebih sukses..

berubah….

yess…..

Oleh: gusfian | Februari 7, 2009

10 TIPS MENGENDALIKAN & MENAHAN AMARAH

1. BERWUDHU & SHOLAT

  • Berwudhu akan mengurangi panasnya “bara” amarah di dalam hati. Dan, sholat akan membuat pernafasan Anda menjadi lebih pelan dan lebih rileks. Ini sebuah cara ampuh untuk menurunkan tekanan psikologis maupun stress.

2. LEBIH RELIGIUS

  • Jika selama ini Anda kurang aktif di pengajian ataupun kegiatan keagamaan lainnya, kenapa tidak segera memulainya lagi? Berada di Komunitas Spiritual, akan membantu diri kita mencapai prospek filosofi yang positif. Dan, ini p ada akhirnya akan mengekang segala kesinisan, amaeah, dan juga agresi.

3. SERINGLAH TERTAWA

  • Amarah dan humor memang tidak sama dan tak mungkin dalam satu waktu. Sehingga jika Anda mau tertawa, dan tak ada salahnya Anda menertawakan diri sendiri pada saat suasana mulai tidak mengenakkan hati…maka amarah yang siap keluar bakal mereda, jika Anda bisa menganggap tragedi itu hanyalah sebuah “banyolan” belaka.

4. MENDENGARKAN

  • Cobalah untuk menutup mulut, diam…mendengarkan. Sudah banyak bukti, bahwa diam sanggup meredam amarah, saat bersitegang dengan lawan bicara. Setelah itu, saat Anda berbicara, maka nada bicara Anda akan terdengar lebih bijak. Ini bisa membuat orang lain belajar kepada Anda.

5. TINGKATKAN EMPATI

  • Lihatlah situasinya menurut sudut pandang orang lain. Ini akan membuat Anda menemukan kecakapan baru, bahwa Anda bisa merasakan apa yang mereka rasakan. Maka, orang lain akan lebih menghargai Anda.

6. MEMAAFKAN

Betapa pun Anda pernah luka di “hati” yang dalam membekas, cobalah untuk memaafkan…meskipun menurut Anda hal itu tidak mungkin untuk dimaafkan. Cobalah melepaskan amarah dengan memaafkannya. Percayalah, Anda akan merasakan “pelepasan beban” yang membuat hidup jauh lebih ringan untuk dijalani.

Oleh: gusfian | November 24, 2007

Dan alam pun bertasbih

Tanpa kita sadari, roda kehidupan berjalan sesuai dengan sunatullah. Pagi, siang, malam selalu berputar mengikuti rotasinya. Musim hujan, musim kering, musim kemarau semua silih berganti bagaikan roda pedati. Begitu juga hidup ini, kadang ada masanya kita berada di atas, saat-saat penuh dengan kesenangan, kebahagiaan, kesuksesan tapi, ada kalanya kita berada di bawah, saat-saat penuh dengan derita, cobaan silih berganti dan kemalangan. Semuanya harus kita jalani.

Hidup sebenarnya adalah sebuah reaksi dari segala sesuatu. semakin bijak kita bereaksi, maka makin maksimal manfaat yang akan kita dapatkan.

Hidup akan lebih indah apabila kita dalam hidup ini bereaksi dengan penuh cinta…. karena cinta akan menentramkan hati, menyejukkan jiwa, menyegarkan semua insan yang bernyawa.

Semoga….. cinta selalu mengisi relung hidup kita… dan alam pun bertasbih

Oleh: gusfian | November 24, 2007

Halo dunia!

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!

Kategori

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.